Bagaimana Berpikir Besar




Bagaimana sobat-sobat berpikir besar dalam membangun karir yang lebih sukses kedepan !

Nah, sekarang saya akan beberapa hal tentang bagaimana cara berpikir besar dalam membangun karir yang sukses. Yang tidak dapat saya pahami adalah mengapa kaum muda sekarang sangat konservatif, pandangan mereka begitu sempit mengenai masa depan. Setiap hari semakin banyak tanda-tanda peluang berkembang. Negara ini membuat catatan kemajuan dalam perkembangan ilmiah dan industri. Penduduk kita bertambah dnegan cepat. Jika ada waktu untuk mengharapkan peningkatan dinegara ini, sekaranglah saatnya !


Apakah Anda pernah bertanya,'' Apa kelemahan terbesar saya ?" Mungkin kelemahan terbesar manusia adalah mencela diri, artinya kurang menghargai diri pribadi.

Mencela diri memperlihatkan bentuk dalam berbagai cara.
Contoh :
" Si A melihat sebuah iklan pekerjaan disurat kabar, itu adalah pekerjaan yang diinginkannya. Tapi Si A tidak berbuat apa-apa karena berpikir, "Saya tidak cukup baik untuk pekerjaan itu, jadi mengapa susah-susah."

Selama ribuan tahun, para filsuf memberikan nasehat yang baik : kenali diri Anda. Tapi tampaknya kebanyakan orang-orang interpretasikan saran ini sebagai : kenali diri negatif Anda saja, sehingga membuat daftar mental yang panjang kesalahan, kekurangan, dan ketidakcakapan seseorang.


Berikut ini adalah sebuah contoh untuk membantu anda mengetahui ukuran anda yang sesungguhnya. Saya menggunakan dalam program pelatihan untuk eksekutif dan  tenaga penjualan. Latihan ini membawa hasil.
  1. Tentukan 5 sumber (aset) utama yang Anda miliki. Ajaklah beberapa teman untuk membantu, mungkin istri, kerabat, atau orang pandai yang akan memberi anda pandangan jujur. Contoh aset : Pendidikan, Pengalaman, Keterampilan teknis, Penampilan, Kehidupan rumah tangga yang baik, Sikap Kepribadian, Inisiatif.
  2. Selanjutnya, dibawah setiap aset itu tulis nama 3 orang yang anda kenal, yang telah mencapai sukses besar tapi tidak memiliki aset ini sebesar Anda.
Setelah menyelesaikan latihan ini, Anda menemukan diri Anda unggul dari kebanyakan orang sukses paling sedikit dalam 1 aset.

Penulis  : Rahmat Fazilah, SE
First